Harry Potter dan Orde Phoenix (judul bahasa Inggris: Harry Potter and the Order of the Phoenix) adalah buku kelima dalam seri novel Harry Potter oleh J. K. Rowling. Buku ini diluncurkan pada 11 Januari 2004 untuk versi bahasa Indonesia menyusul versi Inggris yang diluncurkan pada 21 Juni 2003. Di Amerika Serikat dan Inggris, buku ini terjual hampir tujuh juta buku pada hari peluncuran tersebut..
Pada 5 April 2006, Warner Brothers mengumumkan akan memproduksi film dengan judul sama, Harry Potter and the Order of the Phoenix, yang akan diluncurkan di bioskop-bioskop pada 13 Juli 2007.
Tidak banyak penyihir yang percaya (atau mau percaya) bahwa Voldermort telah kembali, termasuk otoritas tertinggi, Kementerian Sihir.
Harry dan Dumbledore dianggap menyebar kabar bohong dan dianggap
terganggu jiwanya. Meskipun demikian, masih banyak orang yang percaya
pada kebenaran (Dumbledore), dan mereka inilah yang tergabung dalam Orde Phoenix.
Namun karena situasi belum memungkinkan, mereka bergerak dan berkumpul
secara diam-diam untuk menghindari kecurigaan dari Kementerian. Mereka
menggunakan kediaman Sirius, Grimmauld Place nomer 12 sebagai Markas
Besar, sehingga Sirius tidak lagi dalam pelarian (tapi tetap bersembunyi
karena pihak kementerian masih mencarinya).
Sementara itu, Harry yang diawasi siang-malam (tanpa
sepengetahuannya) oleh anggota Orde, (terutama Mundungus Fletcher)
semakin sering mengalami sakit pada bekas lukanya. Emosinya sering tak
terkendali. Pada suatu malam ia dikejutkan dengan hadirnya Dementor
di Privet Drive, yang hendak menyerang dirinya dan Dudley. Untunglah ia
berhasil menghasilkan patronus untuk melawan mereka. Namun akibat dari
hal ini, dia nyaris diusir oleh pamannya (karena dikira menyerang
Dudley), harus menghadapi persidangan di Kementerian Sihir dan terancam
dikeluarkan dari Hogwarts.
Di persidangan tak seorangpun percaya bahwa ada Dementor berkeliaran
di daerah Muggle. Tapi ketika Dumbledore mengatakan bahwa Kementerian
tidak punya hak untuk mencampuri urusan sekolah, termasuk dalam hal ini
mengeluarkan seorang murid, Harry pun bebas dari segala tuduhan.
Kemudian, Harry bertemu kembali dengan Ron dan Hermione, sahabatnya. Pada masa ini, karakter Luna Lovegood dimunculkan untuk pertama kalinya. Pada upacara Seleksi, Topi Seleksi
memperingatkan Hogwarts akan pentingnya persatuan dalam menghadapi
bahaya yang ada (dalam hal ini Voldemort). Tetapi mimpi buruk Harry
masih berlanjut. Untuk pertama kalinya dalam 5 tahun, Harry diajar oleh
seorang guru Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam yang berasal dari
Kementerian Sihir dan merupakan Asisten Senior Menteri, Dolores Umbridge.
Harry berulang kali mendapat detensi karena mengatakan bahwa Voldermort
telah kembali. Harry dan seluruh murid kelas 5 akan menjalani ujian
OWL, dimana mereka sudah harus berpikir pelajaran apa saja yang akan
(dan mau) menerima mereka di kelas 6, serta tentang karier apa yang
mereka minati selepas sekolah. Hal-hal ini semakin mempengaruhi emosi
Harry hingga pernah berkelahi dengan Draco Malfoy di pertandingan Quidditch hingga mendapat larangan bermain "seumur hidup".
Di tengah tekanan Umbridge dan segala dekritnya, Harry, atas dukungan
penuh dari Ron dan Hermione, memimpin sekelompok anak untuk
mempraktekkan pertahanan terhadap ilmu hitam dalam sebuah kelompok yang
mereka namai Laskar Dumbledore
(LD). LD beranggotakan cukup banyak anak, selain Ron, Hermione, Ginny,
Neville, Luna Lovegood, Fred & George, Cho Chang (pacarnya saat
itu), dan beberapa anak dari asrama Gryffindor, Hufflepuff, dan
Ravenclaw yang kelihatannya lebih ingin tahu apakah benar pikiran Harry
terganggu seperti yang diberitakan koran-koran, atau ingin tahu cerita
yang sebenarnya tentang kematian Cedric dan kembalinya Voldermort.
Penglihatan yang dialami Harry akhirnya sampai pada kesimpulan bahwa
dia dan Voldermort, entah bagaimana, saling terhubung. Harry merasakan
amarah dan kesenangan Voldermort. Suatu saat hal ini menguntungkan,
karena menyelamatkan Arthur Weasley dari maut. Tapi Dumbledore kemudian
menugaskan Snape untuk mengajari Occlumency, untuk menutup pikirannya
dari Voldermort. Harry dan Snape yang sama-sama tidak senang dengan hal
ini, tetap melakukannya, sampai suatu saat Harry memasuki Pensieve Snape
dan mendapati alasan mengapa ia begitu membenci ayahnya dan Sirius.
Snape sangat sangat marah ketika memergoki Harry dan menolak untuk
mengajarinya sejak saat itu.
Hagrid yang baru saja kembali setelah sekian lama pergi, ternyata
membawa serta Grawp, adiknya yang raksasa asli. Ia dan Madame Maxime
(kepala sekolah Beauxbatons, Perancis) sebenarnya ditugasi Dumbledore
untuk mendekati para raksasa agar tidak bergabung dengan Voldemort. Tapi
tidak berhasil, karena ternyata para Pelahap Maut telah mendekati
mereka terlebih dahulu. Ketika pulang, Hagrid membawa Grawp (karena ibu
mereka telah meninggal) yang bertubuh mungil (untuk ukuran raksasa).
Di tengah tekanan yang dialaminya, Harry berkencan dengan Cho di kafe
Madam Pudifoot's di Hogsmeade pada Hari Valentine, namun gagal dan
mempengaruhi hubungan mereka. Sementara, Umbridge akhirnya berhasil
mengetahui tempat latihan LD setelah seorang anggotanya, Marietta
Edgecombe membelot. Konsekuensinya adalah pecahnya kerusuhan
anti-Umbridge di Hogwarts, di mana Fred dan George Weasley kabur dari
Hogwarts dan penyerangan terhadap kolaborator pro-Umbridge yang
tergabung dalam Regu Inkuisitorial. Hal inilah yang memicu putusnya hubungan Harry dan Cho Chang, karena Cho lebih membela temannya tersebut.
Klimaks dari seri ke-5 ini adalah pertempuran di Kementerian Sihir.
Ketika menjalani ujian OWL Ramalan, Harry mendapat suatu penglihatan
yang memperlihatkan Sirius disiksa di Departemen Misteri. Harry
memutuskan membawa beberapa perwira LD pergi ke Kementerian Sihir, di
mana ternyata di sana sudah menunggu para Pelahap Maut. Mereka menjebak
Harry untuk mengambil Ramalan di Departemen Misteri. Ramalan tentang
dirinya dan Voldermort. Harry, Ron, Hermione, Luna dan Neville berusaha
menyelamatkan diri dari serangan para Pelahap Maut, ketika sejumlah
anggota Orde Phoenix datang membantu. Terjadilah pertempuran sengit,
dimana akhirnya Sirius terbunuh. Dumbledore pun akhirnya datang dam
membantu melawan para pelahap maut dan Voldemort dan berhasil
mengalahkan hampir semua Pelahap Maut dan hanya 2 yang lolos dari
penangkapan. Kementerian Sihir akhirnya melihat dan menyadari bahwa
Voldemort telah kembali dan aktif, sehingga di bawah tekanan, Menteri
Sihir Cornelius Fudge memutuskan mengundurkan diri
Di akhir cerita Dumbledore memberitahu Harry tentang Ramalan
tersebut, yang ternyata dibuat oleh Professor Trelawney, bahwa untuk
bertahan hidup, ia dan Voldermort harus saling membunuh, karena yang
satu tidak bisa bertahan bila yang satu tetap hidup...



















0 komentar:
Posting Komentar