Lautan Monster adalah novel fantasi berdasarkan mitologi Yunani karangan Rick Riordan. Buku ini adalah buku kedua dari seri novel Percy Jackson & Dewa-Dewi Olympia dan merupakan lanjutan dari buku Pencuri Petir. Novel ini menceritakan tentang Percy Jackson, seorang setengah dewa berusia 13 tahun, dan kawan-kawannya yang berusaha menyelamatkan teman satirnya, Grover, dari Siklop Polifemos, dan menyelamatkan perkemahan setegah dewa dari serangan Titan. Judul aslinya dalam bahasa Inggris adalah The Sea of Monsters.
Tahun
kedua Percy si Demigod ( manusia 1/2 manusia 1/2 dewa ) dimulai dengan
mood yang kurang menyenangkan. Setelah satahun penuh Ia menunggu agar
dapat kembali ke perkemahan blasteran, hari itu Ia malah mendapatkan
kabar dari ibunya bahwa dikarenakan situasi yang berbahaya di perkemahan
blasteran Percy dilarang untuk kembali kesana tahun ini.
Suasana hati Percy yang buruk tidak cukup bisa diperbaiki saat disekolah Ia malah diganggu oleh teman sekolahnya yang nakal Matt Sloan. Sifat Jahil Matt Sloan terhadap sahabat barunya Tyson membuat Percy semakin terusik. Ya, memang Tyson besar – seperti raksasa malah, kalau soal mukanya ..well Tyson memang tidak tampan, kemudian jangan mengira mentang-mentang Tyson bertubuh besar lantas dia galak dan kejam alih-alih bersikap seperti itu Tyson malah cengeng luar biasa akibatnya Percy yang harus selalu membela sahabat barunya ini.
Dimalam sebelumnya Percy memimpikan Grover yang sedang lari ketakutan. Dan hal tersebut membuatnya sangat kuatir atas keselamatan sahabatnya. Jika sekarang ia harus berhadapan dengan Sloan yang menggangu teman barunya hal itu bukan masalah sama sekali.
Berita buruknya, kali ini Sloan membawa pasukan rusuh baru yang menemaninya. Yang belakangan Percy sadari ternyata teman-teman baru Sloan adalah Laistrygonians ( kanibal ). Para Kanibal ini menyerang Percy dan Tyson dengan bola-bola api saat pelajaran olah raga. Hebatnya tanpa diduga Tyson malah berhasil menepis beberapa bola api dan menyelamatkan Percy. Namun pertempuran tidak imbang ini akhirnya terselesaikan saat Annabeth tiba-tiba muncul untuk menolong.
Atas petunjuk Annabeth, Percy mengetahui kalau Tyson adalah Cyclops, herannya Percy tidak habis pikir dengan kecencian Annabeth yang terasa melebih-lebihkan terhadap Tyson dan kaum Cyclops pada umumnya.
Berdasarkan cerita Annabeth, Percy lalu mendapatkan informasi bahwa perkemahan blasteran telah berhasil diserbu oleh gerombolan monster ganas dan banyak korban yang telah berjatuhan. Teracuninya pohon Thalia – pohon yang selama ini melindungi perkemahan dari kuasa jahat telah diracuni oleh seseorang. Pak Chiron selaku asisten direktur perkemahan dijadikan kambing hitam dan dipecat oleh Dyionisus Sang Dewa anggur Direktur perkemahan.
Hanya ada satu cara untuk menyelamatkan perkemahan yaitu menemukan bulu domba emas. Maka Percy,Annabeth dan Tyson mengajukan diri untuk diberikan misi kepada asisten baru perkemahan, arwah yang bernama Tantalus. Namun sifat Tantalus yang buruk malah dengan sengaja menunjuk Clarise anak Ares sebagai pemimpin misi hanya demi membuat kesal Percy dan kawan-kawan.
Namun cerita ini tidak akan menjadi kisah petualangan Percy bila si demigod sendiri tidak ikut ambil bagian dalam petualangan. Atas desakan Hermes, akhirnya Percy,Tyson dan Annabeth pergi dalam misi penyelamatan Grover dan pencarian bulu domba emas.
Dalam mimpi Percy, Grover memberitahukan bahwa bulu domba emas yang pernah hilang berabad-abad lalu ternyata dicuri oleh Polyphemus si Cyclops yang saat ini sedang menahannya. Kediaman Polyphemus yang berada di tengah laut monster tidak membuat tiga serangkai ini gentar. Bahkan karena Percy yang merupakan demigod keturunan Poseidon memiliki keberanian lebih dari biasanya karena laut ternyata sangat bersahabat padanya.
Sekali lagi kisah petualangan Percy berhasil menghibur saya. Kisah petualangan yang disertai dengan celetukan-celetukan konyol yang mengibur selalu dapat memikat hati saya. Bila membaca buku ini saya jadi teringat dengan Bartimaeus Trilogy.
Saat ini makian khas anak-anak perkemahan blasteran mulai menulari saya yaitu "dasar otak ganggang !!" Hehehe ... luv this book.
Sama dengan buku pertamanya The Sea Monster kembali meraup berbagai penghargaan juga :
• BookSense Top Ten Summer Pick for 2006[2]
• YALSA Best Book for Young Adults 2007[2]
• Best Book of 2006, Child Magazine[2]
• Best Fantasy Sequel of 2006, Kirkus Reviews[2]
• Barnes & Noble Best Children's Book of 2006[2]
• VOYA Top Shelf Fiction Pick for Middle School Readers, 2006[2]
• CCBC choice award 2007, Cooperative Children's Book Center[2]

Suasana hati Percy yang buruk tidak cukup bisa diperbaiki saat disekolah Ia malah diganggu oleh teman sekolahnya yang nakal Matt Sloan. Sifat Jahil Matt Sloan terhadap sahabat barunya Tyson membuat Percy semakin terusik. Ya, memang Tyson besar – seperti raksasa malah, kalau soal mukanya ..well Tyson memang tidak tampan, kemudian jangan mengira mentang-mentang Tyson bertubuh besar lantas dia galak dan kejam alih-alih bersikap seperti itu Tyson malah cengeng luar biasa akibatnya Percy yang harus selalu membela sahabat barunya ini.
Dimalam sebelumnya Percy memimpikan Grover yang sedang lari ketakutan. Dan hal tersebut membuatnya sangat kuatir atas keselamatan sahabatnya. Jika sekarang ia harus berhadapan dengan Sloan yang menggangu teman barunya hal itu bukan masalah sama sekali.
Berita buruknya, kali ini Sloan membawa pasukan rusuh baru yang menemaninya. Yang belakangan Percy sadari ternyata teman-teman baru Sloan adalah Laistrygonians ( kanibal ). Para Kanibal ini menyerang Percy dan Tyson dengan bola-bola api saat pelajaran olah raga. Hebatnya tanpa diduga Tyson malah berhasil menepis beberapa bola api dan menyelamatkan Percy. Namun pertempuran tidak imbang ini akhirnya terselesaikan saat Annabeth tiba-tiba muncul untuk menolong.
Atas petunjuk Annabeth, Percy mengetahui kalau Tyson adalah Cyclops, herannya Percy tidak habis pikir dengan kecencian Annabeth yang terasa melebih-lebihkan terhadap Tyson dan kaum Cyclops pada umumnya.
Berdasarkan cerita Annabeth, Percy lalu mendapatkan informasi bahwa perkemahan blasteran telah berhasil diserbu oleh gerombolan monster ganas dan banyak korban yang telah berjatuhan. Teracuninya pohon Thalia – pohon yang selama ini melindungi perkemahan dari kuasa jahat telah diracuni oleh seseorang. Pak Chiron selaku asisten direktur perkemahan dijadikan kambing hitam dan dipecat oleh Dyionisus Sang Dewa anggur Direktur perkemahan.
Hanya ada satu cara untuk menyelamatkan perkemahan yaitu menemukan bulu domba emas. Maka Percy,Annabeth dan Tyson mengajukan diri untuk diberikan misi kepada asisten baru perkemahan, arwah yang bernama Tantalus. Namun sifat Tantalus yang buruk malah dengan sengaja menunjuk Clarise anak Ares sebagai pemimpin misi hanya demi membuat kesal Percy dan kawan-kawan.
Namun cerita ini tidak akan menjadi kisah petualangan Percy bila si demigod sendiri tidak ikut ambil bagian dalam petualangan. Atas desakan Hermes, akhirnya Percy,Tyson dan Annabeth pergi dalam misi penyelamatan Grover dan pencarian bulu domba emas.
Dalam mimpi Percy, Grover memberitahukan bahwa bulu domba emas yang pernah hilang berabad-abad lalu ternyata dicuri oleh Polyphemus si Cyclops yang saat ini sedang menahannya. Kediaman Polyphemus yang berada di tengah laut monster tidak membuat tiga serangkai ini gentar. Bahkan karena Percy yang merupakan demigod keturunan Poseidon memiliki keberanian lebih dari biasanya karena laut ternyata sangat bersahabat padanya.
Sekali lagi kisah petualangan Percy berhasil menghibur saya. Kisah petualangan yang disertai dengan celetukan-celetukan konyol yang mengibur selalu dapat memikat hati saya. Bila membaca buku ini saya jadi teringat dengan Bartimaeus Trilogy.
Saat ini makian khas anak-anak perkemahan blasteran mulai menulari saya yaitu "dasar otak ganggang !!" Hehehe ... luv this book.
Sama dengan buku pertamanya The Sea Monster kembali meraup berbagai penghargaan juga :
• BookSense Top Ten Summer Pick for 2006[2]
• YALSA Best Book for Young Adults 2007[2]
• Best Book of 2006, Child Magazine[2]
• Best Fantasy Sequel of 2006, Kirkus Reviews[2]
• Barnes & Noble Best Children's Book of 2006[2]
• VOYA Top Shelf Fiction Pick for Middle School Readers, 2006[2]
• CCBC choice award 2007, Cooperative Children's Book Center[2]



















0 komentar:
Posting Komentar